Blog Archive
Sabtu, 04 September 2010
V1x R




Spesifikasi :
Panjang x Lebar x tinggi : 1920 x 660 x 1090
Jarak Sumbu Roda : 1260 mm
Jarak Terendah Ke Tanah : 160 mm
Tipe Rangka : Tulang Punggung
Tipe Suspensi Depan : Teleskopik
Tipe Suspensi Belakang : Lengan Ayun & Peredam Kejut Ganda
Ukuran Ban Depan : 70.90/17
Ukuran Ban Belakang : 80.90/17
Rem Depan : Cakram Hidrolik
Rem Belakang : Tromol
Kapasitas Tangki Bensin : 3.8 Liter
Tipe Mesin : 4 Langkah,SOHC
Diameter x Langkah : 50 x 49.9 mm
Volume Langkah : 97 Cm
Kapasitas Minyak Mesin : 0,8 Liter
Kopling : Otomatis/Sentrifugal
Gigi Transmisi : 4 Kecepatan Rotari
Pola Pengoperan Gigi : N-1-2-3-4-N
Starter : Pedal Dan Elektrik
Aki : GS GM5Z - 3B
Busi : Champion Power P27HC
Sistem Pengapian : CDI Magnet
Star Z




Spesifikasi :
Panjang x Lebar x tinggi : 1920 x 660 x 1090
Jarak Sumbu Roda : 1260 mm
Jarak Terendah Ke Tanah : 160 mm
Tipe Rangka : Tulang Punggung
Tipe Suspensi Depan : Teleskopik
Tipe Suspensi Belakang : Lengan Ayun & Peredam Kejut Ganda
Ukuran Ban Depan : 70.90/17
Ukuran Ban Belakang : 80.90/17
Rem Depan : Cakram Hidrolik
Rem Belakang : Tromol
Kapasitas Tangki Bensin : 3.8 Liter
Tipe Mesin : 4 Langkah,SOHC
Diameter x Langkah : 50 x 49.9 mm
Volume Langkah : 97 Cm
Kapasitas Minyak Mesin : 0,8 Liter
Kopling : Otomatis/Sentrifugal
Gigi Transmisi : 4 Kecepatan Rotari
Pola Pengoperan Gigi : N-1-2-3-4-N
Starter : Pedal Dan Elektrik
Aki : GS GM5Z - 3B
Busi : Champion Power P27HC
Sistem Pengapian : CDI Magnet
Star CX




Spesifikasi :
Panjang x Lebar x tinggi : 1920 x 660 x 1090
Jarak Sumbu Roda : 1260 mm
Jarak Terendah Ke Tanah : 160 mm
Tipe Rangka : Tulang Punggung
Tipe Suspensi Depan : Teleskopik
Tipe Suspensi Belakang : Lengan Ayun & Peredam Kejut Ganda
Ukuran Ban Depan : 70.90/17
Ukuran Ban Belakang : 80.90/17
Rem Depan : Cakram Hidrolik
Rem Belakang : Tromol
Kapasitas Tangki Bensin : 3.8 Liter
Tipe Mesin : 4 Langkah,SOHC
Diameter x Langkah : 50 x 49.9 mm
Volume Langkah : 97 Cm
Kapasitas Minyak Mesin : 0,8 Liter
Kopling : Otomatis/Sentrifugal
Gigi Transmisi : 4 Kecepatan Rotari
Pola Pengoperan Gigi : N-1-2-3-4-N
Starter : Pedal Dan Elektrik
Aki : GS GM5Z - 3B
Busi : Champion Power P27HC
Sistem Pengapian : CDI Magnet
Rabu, 01 September 2010
Test Ride Vio R


Jakarta - Menanggapi tren skuter matik di tanah air, Viar pun tak mau ketinggalan. Skutik pertama pun diluncurkan dari pabrik mereka di Semarang, Viar Vior 125.
Kalau ATPM lain berlomba-lomba mengedepankan desain dan teknologi, Viar muncul dengan harga jualnya yang miring. Tapi konsumen Indonesia sudah mulai kritis dalam menentukan sebuah produk.
Pastinya banyak yang ragu ketika mengetahui skutik terbaru dari Viar ini hanya dibanderol seharga Rp 8,45 juta. Menyadari hal itu, Viar pun mengajak para jurnalis untuk menjajal langsung Vior 125.
Desainnya yang serba melancip seolah mengajak kita untuk membesut Vior 125 ini, mulai dari tebeng depan, juga batok kepala dengan headlamp yang melancip.
Grill depan bertingkat menjadi ciri khas skutik Viar dari skutik-skutik lain yang sudah lebih dulu eksis, termasuk dukungan suspensi ganda yang mengapit ruang CVT dan ban belakang.
Jujur saja, detikOto pun sempat sangsi dengan performa dari motor rakitan lokal ini. Apalagi ketika mengetahui rute yang dipilih adalah jalur Jakarta, Jalan Raya Bogor, sampai di Puncak.
Tapi, coba dinyalakan saja dulu mesinnya. Start awal tetap menyentak seperti skutik-skutik kebanyakan. Tapi getaran khas motor China sudah tidak ada di Vior 125.
Dan desingan mesinnya cukup halus, meski coba digeber beberapa kali, tidak ada suara-suara gesekan aneh yang mengganggu telinga, dan membuat khawatir pengendaranya.
Setelah merapikan barisan, saatnya berangkat. Bruumm.. skutik Vior 125 langsung memberikan kejutan pertamanya dari akselrrasi yang tidak berbeda dengan skutik buatan pabrikan mapan sekalipun.
Ringan, minim getaran, dengan suara mesin yang tidak kasar. Itulah kesan pertama ketika selongsong gasnya diputar. Meski tidak bisa langsung dibesut, karena padatnya rute bypass sampai di kawasan Cililitan.
Memasuki jalan raya Bogor yang sedikit lenggang, barulah rombongan bisa mulai menjajal-jajal tarikan si Vior 125 ini. Wuih, kalau di brosurnya tertulis kecepatan maksimal hanya 85 km/jam, di Jalan Raya Bogor Vior 125 bisa juga tembus 120 km/jam.
Meskipun bokong mulai terasa panas juga, karena busa jok Vior 125 terbilang keras untuk perjalanan jauh. Tapi riding position sudah cukup enak kok, baik untuk ngebut lurus maupun meliuk-liuk membelah macet, karena gerakan stangnya yang ringan.
Tak terasa, sudah sampai di kawasan Ciawi, dan di depan sana, jalan menanjak dan meliuk siap menyapa rombongan. Dada pun kembali mendesir dengan rasa penasaran pada torsi dari Vior 125 untuk menaklukkan tanjakan.
Putar kembali selongsong gas, dan tanjakan dilalui tanpa kendala berarti. Hanya saja, dengan stang yang terlalu ringan bergerak, handling Vior 125 di jalur meliuk Puncak sedikit menganggu pengendalian.
Apalagi, ketika mengetahui ada suara-suara gesekan aneh dari bawah dek. Setelah diperiksa, ternyata suara berasal dari standar tengah yang turun naik karena pegangan pernya yang kurang keras sepertinya.
detikOto menyukai akselarasi dan desingan mesin Vior 125 yang halus. PT Triangle Motorindo hanya tinggal merapihkan detil-detil pada skutiknya ini agar berjaya dipasaran tanah air, apalagi dengan harganya yang terjangkau!
dikutip dari detik.com
Senin, 23 Agustus 2010
Viar vior 125, Skutik Murah Calon Penggoyang Pasar

Makin mudah mendapatkan motor… itu yang ada dipikiran saya begitu membaca dirilisnya Viar Vior 125, mungkin diantara bro semuanya udah banyak yang tau kalo tanggal 10 agustus lalu TM (PT Triangle Motorindo ) tau nggak meluncurkan jenis skutik untuk kalangan menengeh kebawah,,,
Motor dengan spesifikasi 124,6 cc seperti motor sebangsanya, 4 tak silinder tunggal berpendingin udara yang menghasilkan tenaga 7,6 kW pada 8.000 rpm dan torsi 9,5 Nm di 7.000 rpm. Ada Rasa mio begitu melihat skutik ini,,, di tebeng depan, knalpot dan dari bentuk bodi samping,,, Kalo headlampnya IMHO, lebih mirip ke Spin.
Skutik ini dibanderol seharga 8,45 juta rupiah,,, murah Tanya kenapa?? Menurut Marketing Division Head TM seperti yang dikutip di Okezone, bisa saya simpulkan kalo Viar tidak sama dengan ATPM lainya yang harus bayar royalti kalo mereka memasarkan produk tertentu, jadi ongkos produksinya beneran murah.
Untuk pilihan warna ada Tiga, yaitu biru merah dan Hitam,,, gambar selengkapnya bisa diliat di situs resminya… viarmotor.com. IMHO skutik ini bakalan jadi penantang serius di pasar motor di Indonesia,,, lha wong harganya aja dibawah standar skutik disini kan… bisa jadi market 125 yang diisi Xeon, spin dan sky series kembali terancam. kesel
Apalagi dari segi desain, faktor yang dilihat pertama kali dalam membeli motor. Desain yang udah standar skutik Indonesia, dobel shock, buntut keren,,, Juga headlamp bebentuk V yang masih berada di stang. Biarpun masyarakat Indonesia lebih suka dengan headlamp di tebeng depan. Tapi itu kembali lagi ke Faktor kedua… Harga murah
Jadinya, pingin motor Cc gede dangan harga sangat bersahabat,,, ini bisa jadi solusi,,, pertimbangannya… kenceng iya,, Murah iya,,, tinggal performa, kualitas, kebandelan dan konsumsi BBM. Kalangan pekerja yang suka praktis Tanpa pusing mikir biaya… kan skutik rata-rata harganya diatas 10 jutaan. Jadi selisih 1,5 juta juga,,, hmmm lumayan lah.
ATPM besar Indonesia Pantas waspada dengan skutik anyar ini. Kalo viar Tinggal promonya aja yang gencar, juga sparepart dan layanan servis yang ngumpetharus diperluas… Silahkan komentar bro semuanya,,, semoga bermanfaat.
Kamis, 19 Agustus 2010
Vio R Generasi Matic Teranyar Viar


Jakarta - Desainnya cukup segar, mesin 125 cc nya juga menantang, apalagi dengan banderol harga cuma Rp 8 jutaan. Sehingga, skutik Viar Vior 125 ini bikin penasaran juga.
Apa saja sih yang ditawarkan? Pertama tentunya dari segi desain yang tidak memalukan untuk dipacu di jalan raya, meski masih dianggap mirip-mirip dengan skutiknya kompetitor Jepang.
Spesifikasi teknis
Jenis
Skuter Otomatis
Mesin
152QMI 4 Stroke 1 Silinder Aircooled
Kapasitas
124.6 cc
Tenaga maksimal
7.6 Kw
Torsi puncak
9.5 Nm
Kecepatan maksimal Lebih dari 85 km per jam
Konsumsi BBM
1:38 (Klaim pabrikan)
Harga
Rp 8,450 Juta On The Road Jakarta
Tampilan grid depannya menjadi fokus dari skutik pertama dari Viar ini, dengan sirip beraksen krom yang terlihat mewah. Apalagi diperlengkap dengan crystal headlamp multireflektor.
Urusan keamanan pun terjamin, karena kunci kontaknya sudah menggunakan pengaman magnetik, seperti pada motor-motor kelas atas. Juga terdapat dua buah console box di sisi kanan dan kiri bagian bawah stang.
Vior 125 ini juga mengusung suspensi belakang ganda, tidak seperti kebanyakan skutik yang hanya bersuspensi tunggal di bagian belakang. Pabrikannya menklaim keamanan dan kestabilan bakal lebih berasa.
Sementara urusan mesin, Vior 125 ini dibekali mesin 1 silinder 4 tak berkapasitas 124.6 cc, dengan taksiran daya maksimummnya 7.6 Kw dan torsi sebesar 9.5 Nm.
Dengan padanan tersebut, kecepatan maksimalnya bisa mencapai lebih dari 85 km per jam, dengan konsumsi rata-rata bahan bakarnya 1 liter untuk jarak sejauh 38 km, berdasarkan klaim pabrikannya.
Bukti Nyata Ketangguhan Motor Viar
Sekali lagi Motor Viar teruji dan terbukti kehandalannya,
Motor Viar ini sudah saya pakai selama 10 tahunan,sudah menghadapi medan medan yang berat,selalu setia menjadi kendaraan kami,namun motor ini tetap awet dan bandel,padahal sudah 10 tahun dipakai,ujar Subandi pemilik Motor Viar tahun 2010
Sudah Pakai Viar ujung ujungnya Viar lagi,betapa tidak Setelah tahu kualitas mot
or ini,siapa sih yang tidak mau membelinya lagi?,sudah dipakai 10 tahun masih tetap awet dan bandel,mana harganya sangat terjangkau pula,orang belum tahu saja dengan kualitasnya makanya banyak yg meraguknnya,toh saya sendiri yang membuktikan kalau Motor Viar itu awet apabila dirawat secara baik,ujar Bapak Subandi melanjutkan
Jadi untuk anda yang masih ragu,tepis semua keraguan anda,karena Viar Terbukti Tangguh..!
Rabu, 07 Juli 2010
Skutik Viar Dijamin Murah dan Bukan Jiplakan Lagi
Jakarta - Kabar baik bagi para penggemar skutik namun enggan mengeluarkan kocek belasan juta untuk menebusnya. Soalnya, 25 Juli 2010 mendatang, Viar akan meluncurkan motor matik murahnya.
Dibanderol seharga Rp 8 juta on the road, skutik terbaru dari Viar ini bisa
menjadi alternatif bagi para konsumen menengah ke bawah yang menginginkan sebuah motor matik.
Dari segi desain pun, Viar menjamin skutiknya ini sudah tidak menjiplak merek manapun, dan bila melihat dari tampangnya, sepertinya tidak memalukan untuk dijadikan kendaraan sehari hari.
"Kita akan luncurkan skutik pertama kita, selain harganya yang murah yakni hanya Rp 8 jutaan, juga desainnya sudah milik kita sendiri," ujar Direktur Pemasaran PT Triangle Motorindo, A. Z. Dalie, di sela-sela peluncuran website resmi Viar, di kantor Viar Sunter, Jakarta, Rabu (7/7/2010)
Skutik Viar ini memiliki desain sporty, sejak dari desain lampu utamanya yang serba melancip, juga tebeng depan dengan grill tiga tingkatnya yang diapit dua lampu sein di kanan dan kirinya.
Skutik Viar akan menggendong mesin 125 cc, sehingga bakal memiliki performa yang tidak kalah dengan skutik-skutik buatan Jepang yang sudah lebih dulu mapan.
Dibanderol seharga Rp 8 juta on the road, skutik terbaru dari Viar ini bisa
menjadi alternatif bagi para konsumen menengah ke bawah yang menginginkan sebuah motor matik.
Dari segi desain pun, Viar menjamin skutiknya ini sudah tidak menjiplak merek manapun, dan bila melihat dari tampangnya, sepertinya tidak memalukan untuk dijadikan kendaraan sehari hari.
"Kita akan luncurkan skutik pertama kita, selain harganya yang murah yakni hanya Rp 8 jutaan, juga desainnya sudah milik kita sendiri," ujar Direktur Pemasaran PT Triangle Motorindo, A. Z. Dalie, di sela-sela peluncuran website resmi Viar, di kantor Viar Sunter, Jakarta, Rabu (7/7/2010)
Skutik Viar ini memiliki desain sporty, sejak dari desain lampu utamanya yang serba melancip, juga tebeng depan dengan grill tiga tingkatnya yang diapit dua lampu sein di kanan dan kirinya.
Skutik Viar akan menggendong mesin 125 cc, sehingga bakal memiliki performa yang tidak kalah dengan skutik-skutik buatan Jepang yang sudah lebih dulu mapan.
Selasa, 22 Juni 2010
Motor Viar Terus Melaju
Dalam waktu dekat, motor Viar kembali meramaikan produk otomotif di Indonesia. Sederet keunggulan serta pelayanan purnajual diyakini akan menjadikan Viar sebagai kompetitor tangguh bisnis otomotif.
ImageTAK mudah menghapus kesan plagiat yang kerap disandingkan pada beberapa produk non Jepang. Salah satu contoh, motor Viar seringkali memiliki kesan plagiat, terutama dalam hal desain. Viar pernah dituding telah mendompleng kesuksesan desain motor Honda sebagai pemain lama bisnis otomotif. Tentu saja, sederet terobosan sangat diperlukan agar kesan plagiat yang melekat pada motor Viar berubah menjadi peluang yang menguntungkan.
PT Triangle Motorindo (TM) sebagai pemegang merek motor Viar di Indonesia kini sudah dalam posisi siap menembus pasar otomotif Tanah Air melalui beberapa langkah-langkah strategis. “Kita akan punya mesin perakitan baru. Ini akan membuat model-model kita berbeda dibanding produk keluaran merek lain,” ungkap Ahmad Zafitra Dalie, Marketing Division Head PT TM. Bahkan, menurut Ahmad, PT TM juga telah mempersiapkan lokasi lain untuk membangun pabrik yang baru.
Selanjutnya, PT TM dalam tahun ini akan mengembangkan sayapnya ke seluruh Nusantara dengan dibukanya dealer-dealer suku cadang. Pelan-pelan, jaringansuku cadang motor Viar yang selama ini masih jarang akan dihapus. “Rencananya Februari mendatang, kita akan buka 30 dealer yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia,” jelas Ahmad.
Dengan dibukanya dealer baru tersebut maka total dealer suku cadang Viar bertambah menjadi 90 unit, yang 60 di antaranya sudah berstandar 3S (Sales, Service, Sparepart),” tambahnya. Seluruh dealer 3S tersebut menyebar di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa. Di Sumatera, ada 30 cabang dealer, di Sulawesi 20, di Kalimantan 5, dan di Jawa 5 cabang.
Meski dealer suku cadang belum resmi dibuka, motor Viar yang dibeli secara tunai atau kredit sudah otomatis memiliki garansi selama tiga tahun. Sebenarnya, Viar bisa menggunakan suku cadang hasil subtitusi dengan motor merek lain. “Tapi kalau yang mau original Viar juga ada dan harganya lebih murah dibanding original Jepang,” tukas Ahmad.
Viar tak hanya mengusung ketersediaan suku cadang, namun menambah varian baru juga termasuk dalam daftar langkah strategisnya. Terbukti, PT TM sengaja menyasar segmen masyarakat bawah dengan menghadirkan varian motor Viar berharga miring. Untuk jenis bebek, Ahmad menjelaskan dari tiga varian motor tipe cub yang disediakan Viar untuk pasar di Indonesia cukup dibanderol Rp 7,6 juta on the road Jakarta. “Kalau di daerah, harganya beda karena ada ongkos kirim,” katanya berpromosi.
Sementara untuk tipe sport, PT TM menyediakan Viar Maxi-P dan Viar Vix-R. Masing-masing motor ini dibanderol dengan harga Rp12,7 juta dan Rp14,5 juta. Keduanya menggunakan mesin 150 cc. Ia menambahkan, perbedaan harga kedua motor sport tersebut karena masing-masing memiliki karakter berbeda. Untuk Maxi-P lebih merupakan motor sport jenis touring, sementara Vix-R menggunakan full fairing.
Soal pembayaran? “80 persen dari penjualan motor Viar selama ini menggunakan sistem pembayaran kredit. Selain harga sudah murah, motor-motor ini dapat dicicil dengan biaya yang rendah. Angsuran paling murah di lembaga pembiayaan (leasing) saat ini Rp 340 ribu, dengan uang muka Rp 1 juta. Jadi tinggal menyisihkan Rp11 ribu per hari untuk bayar cicilannya. Ini pasti lebih murah dibanding mereka naik angkutan umum,” tutupnya.
ImageTAK mudah menghapus kesan plagiat yang kerap disandingkan pada beberapa produk non Jepang. Salah satu contoh, motor Viar seringkali memiliki kesan plagiat, terutama dalam hal desain. Viar pernah dituding telah mendompleng kesuksesan desain motor Honda sebagai pemain lama bisnis otomotif. Tentu saja, sederet terobosan sangat diperlukan agar kesan plagiat yang melekat pada motor Viar berubah menjadi peluang yang menguntungkan.
PT Triangle Motorindo (TM) sebagai pemegang merek motor Viar di Indonesia kini sudah dalam posisi siap menembus pasar otomotif Tanah Air melalui beberapa langkah-langkah strategis. “Kita akan punya mesin perakitan baru. Ini akan membuat model-model kita berbeda dibanding produk keluaran merek lain,” ungkap Ahmad Zafitra Dalie, Marketing Division Head PT TM. Bahkan, menurut Ahmad, PT TM juga telah mempersiapkan lokasi lain untuk membangun pabrik yang baru.
Selanjutnya, PT TM dalam tahun ini akan mengembangkan sayapnya ke seluruh Nusantara dengan dibukanya dealer-dealer suku cadang. Pelan-pelan, jaringansuku cadang motor Viar yang selama ini masih jarang akan dihapus. “Rencananya Februari mendatang, kita akan buka 30 dealer yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia,” jelas Ahmad.
Dengan dibukanya dealer baru tersebut maka total dealer suku cadang Viar bertambah menjadi 90 unit, yang 60 di antaranya sudah berstandar 3S (Sales, Service, Sparepart),” tambahnya. Seluruh dealer 3S tersebut menyebar di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa. Di Sumatera, ada 30 cabang dealer, di Sulawesi 20, di Kalimantan 5, dan di Jawa 5 cabang.
Meski dealer suku cadang belum resmi dibuka, motor Viar yang dibeli secara tunai atau kredit sudah otomatis memiliki garansi selama tiga tahun. Sebenarnya, Viar bisa menggunakan suku cadang hasil subtitusi dengan motor merek lain. “Tapi kalau yang mau original Viar juga ada dan harganya lebih murah dibanding original Jepang,” tukas Ahmad.
Viar tak hanya mengusung ketersediaan suku cadang, namun menambah varian baru juga termasuk dalam daftar langkah strategisnya. Terbukti, PT TM sengaja menyasar segmen masyarakat bawah dengan menghadirkan varian motor Viar berharga miring. Untuk jenis bebek, Ahmad menjelaskan dari tiga varian motor tipe cub yang disediakan Viar untuk pasar di Indonesia cukup dibanderol Rp 7,6 juta on the road Jakarta. “Kalau di daerah, harganya beda karena ada ongkos kirim,” katanya berpromosi.
Sementara untuk tipe sport, PT TM menyediakan Viar Maxi-P dan Viar Vix-R. Masing-masing motor ini dibanderol dengan harga Rp12,7 juta dan Rp14,5 juta. Keduanya menggunakan mesin 150 cc. Ia menambahkan, perbedaan harga kedua motor sport tersebut karena masing-masing memiliki karakter berbeda. Untuk Maxi-P lebih merupakan motor sport jenis touring, sementara Vix-R menggunakan full fairing.
Soal pembayaran? “80 persen dari penjualan motor Viar selama ini menggunakan sistem pembayaran kredit. Selain harga sudah murah, motor-motor ini dapat dicicil dengan biaya yang rendah. Angsuran paling murah di lembaga pembiayaan (leasing) saat ini Rp 340 ribu, dengan uang muka Rp 1 juta. Jadi tinggal menyisihkan Rp11 ribu per hari untuk bayar cicilannya. Ini pasti lebih murah dibanding mereka naik angkutan umum,” tutupnya.
Langganan:
Postingan (Atom)